Select Menu

Slider

Cute

Cute2

Cute3

My Place

My Place2

My Place3

My Place4

» » » » » » » » » Proyek Irigasi Madina 2016 Bisa Tumpang Tindih
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

ARPM (JAKARTA) - Aliansi Rakyat Peduli Madina mengharapkan Dinas Pekerjaan Umum Mandailing Natal meneliti kembali RUP APBD Tahun 2016 di bidang irigasi dan air minum. “Menurut kami, banyak mata pengadaan yang tumpang tindih dengan proyek APBN atau APBD Provinsi Sumatera Utara,” kata Rachmat Lubis, bidang Ekbang ARPM.

Hasil analisis Aliansi Rakyat Peduli Madina atas APBD Kabupaten, Provinsi, dan Kementerian PU Tahun 2016 bakal terjadi proyek fiktif minimal senilai Rp6 miliar di bidang irigasi dan air minum, karena objek proyek sama.

ARPM mengingatkan dari sekarang karena pekerjaan belum dimulai. Salah dalam administrasi RUP tak berarti korupsi. Tetapi salah dalam LPSE, apalagi pelaksanaan tender sudah dilewati, dapat terindikasi pelanggaran hukum. “Kecuali, memang, Dinas PU Madina memastikan proyek tersebut berbeda dari Kementerian PU atau APBD provinsi,” kata Rachmat.

Ia mencontohkan atas proyek APBN dengan mata anggaran pembangunan Jaringan Transmisi Air Baku Natal Rp9,7 miliar. Di APBD ada proyek bernilai Rp850 juta dengan judul yang hampir sama, pengadaan dan pemasangan Pipa Distribusi Air Minum di wilayah Natal, Kun Kun, Sikara-kara, dan Sinunukan V.

Lalu proyek APBD Provinsi, rehabilitasi dan peningkatan infrastruktur irigasi Roburan Maga Rp4,2 miliar. Dalam APBD ada tiga mata proyek bernilai Rp600 juta, dengan mata anggaran Irigasi Maga Pasar, Maga Dolok, dan Huta Baringin.

Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi menganggarkan Rp3,4 miliar untuk rehabilitasi dan pembangunan infrastruktur Sungai Rantopuran. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemkab Madina menginput pula mata anggaran rehabilitasi Aek Rantopuran Rp1,4 miliar.

Dalam APBD Provinsi terdapat mata anggaran rehabilitasi dan peningkatan infrastruktur irigasi di Pakantan senilai Rp1,2 miliar. Dalam APBD Madina Tahu 2016, bahasa yang sama yang muncul senilai Rp950 juta, tetapi dibagi-bagi dengan atas nama Pakantan, Hutajulu Pakantan, Hutatoras Pakantan, dan Hutalancar Pakantan.

Aliansi Rakyat Peduli Madina mengapresiasi anggaran di bidang irigasi dan air minum pada Tahun 2016. Dengan biaya perencanaan paling minim (jika dibanding dengan jalan dan perumahan) Rp900 juta, jumlah proyek di bidang ini mencapai Rp127 miliar, yang terdiri dari Kementerian PU Rp47 miliar, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Rp16 miliar, dan APBD Pemkab Madina Rp61 miliar.

Project Kementerian PU, bahkan, sudah tender pada akhir Maret. Mata proyeknya antara lain, pemeliharaan 5.090 Ha Irigasi Batang Angkola Rp1,3 miliar, rehabilitasi 3.250 Ha  jaringan Irigasi Batang Gadis  Rp14,8 miliar, pembangunan intake dan jaringan pipa transmisi air baku Kotanopan Rp5 miliar, dan pembangunan intake dan jaringan pipa transmisi air baku Natal Rp9,7 miliar.
“Yang belum tender, tetapi ada dalam RUP adalah peningkatan sumur dan jaringan air di Huraba, Siabu, bernilai Rp864 juta,” kata Rachmat.

Pembangunan irigasi dan air minum dari Kementerian PU pada tahun 2016 meningkat Rp14 miliar dibanding dari tahun 2015, yang meliputi pemeliharaan Batang Angkola Rp1 miliar, pemeliharaan bendungan Batang Gadis Rp75 juta, dan lanjutan pembangunan jaringan irigasi Batang Angkola Rp15,6 miliar.

Project yang bersumber dari Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara terdiri dari rehabilitasi dan peningkatan infrastruktur irigasi Maga Rp4,2 miliar, Rehabilitasi dan peningkatan infrastruktur irigasi Terusan Rp4,4 miliar, rehabilitasi dan Pembangunan Infrastruktur Sungai Patiluban Rp1,7 miliar, dan rehabilitasi dan pembangunan infrastruktur Sungai Rantopuran Rp3,4 miliar, belanja Bangunan UPT PSDA Batang Gadis Batang Natal Rp194 juta, belanja pemeliharaan Jaringan irigasi Tapus  Rp405 juta, rehabilitasi dan peningkatan irigasi Pakantan Rp1,2 miliar, belanja pemeliharaan Jaringan irigasi Aek Mata Rp150 juta, belanja pengadaan pelengkap pengamanan Sungai  Rp260 juta.

Anggaran irigasi dan air minum dari Pemprov Sumatera Utara pada Tahun 2016 berjumlah Rp16 miliar. Meningkat lebih dari 100 persen dibanding Tahun 2015, yang berjumlah Rp7 Miliar.
Sama dengan APBD Tahun 2015, project irigasi dan air minum habis dipecah dengan rata-rata bernilai Rp200 juta. Yang bernilai antara Rp1 sampai Rp1,2 miliar hanya rehabilitasi Aek Bondar Losung Desa Gunung Manaon, rehabilitasi Aek Bondar Losung Desa Saba Jambu, rehabilitasi Pembangunan dek dan tanggul Penahan Banjir Aek Rantopuran Desa Gunung Tua Jae, rehabilitasi Sungai Aek Ranto Puran , rehabilitasi irigasi Batu Tungga Tamiang, dan rehabilitasi Irigasi Aek Singengu.

“Sisanya, 240-an mata pengadaan, bernilai 100 sampai 200 juta. Masih seperti bagi-bagi project juga,” kata Rachmat.

Jakarta, 3 April 2016
Pengurus Pusat ARPM

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar

Leave a Reply